GUNUNG API RAKSASA
Kaldera Yellowstone
Kalian sudah pernah melihat film 2012 kan? Film ini menceritakan tentang bencana alam yang sangat dahsyat. Salah satu bencana tersebut adalah meletusnya gunung berapi raksasa. Yups, gunung api raksasa itu bernama Yellowstone. Gunung ini memang memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan gunung api lainnya, bayangkan saja jika gunung itu benar-benar meletus dalam kehidupan nyata.
Gunung berapi raksasa, Yellowstone Caldera, yang terletak di bawah Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, Amerika Serikat, berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar
di dunia, Yellowstone. Yellowstone National Park mencakup area seluas 3.472 mil persegi (8.987 km ²), danau yang terdiri, lembah, sungai dan pegunungan. Yellowstone National Park merupakan taman nasional tertua di dunia, didirikan pada tanggal 1 Maret 1872 saat Presiden Amerika Serikat Ulysses S. Grant menandatangani hukum untuk mengesahkannya.
Yellowstone National Park terkenal akan geyser dan sumber air panasnya. Geyser terkenal di dunia, Old Faithful Geyser, ada di sini. Di sini juga hidup beruang grizzly, serigala, bison dan rusa. Banyak wisatawan mancanegara mengunjungi tempat ini untuk menyaksikan kehidupan margasatwa dan keindahan alamnya.
Dan pada tahun 1979 Taman Nasional Yellowstone diterima sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.
Kantung magma Yellowstone memiliki ukuran yang luar biasa besar jika dibandingkan dengan gunung berapi lainnya. Dan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.
Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus dalam waktu dekat. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.
Sejak tiga tahun terakhir, gunung berapi raksasa itu naik sekira 7,6 centimeter ke atas permukaan laut setiap tahunnya. Ini merupakan kenaikan tercepat sejak 1923 lalu.
Jika meletus, caldera diperkirakan memiliki kekuatan seribu kali lipat dibandingkan letusan Gunung St Helen (AS), 1980 lalu. Para ahli mensinyalir, debu vulkanik yang dihasilkan caldera bisa mencapai tebal 304 centimeter dan menjangkau wilayah sejauh 1.600 kilometer.
Selain itu, efek yang ditimbulkan caldera akan jauh lebih dahsyat dibandingkan letusan gunung berapi Islandia, Eyjafjallajokull, yang sempat menyebabkan kekacauan lalu lintas udara, April 2010.
Selama 2,1 juta tahun, Yellowstone Caldera tercatat pernah tiga kali meletus. Terakhir kali adalah pada 640 ribu tahun lalu. Namun, menurut ahli, bisa jadi caldera akan meletus untuk keempat kalinya dalam waktu dekat. Ini adalah perbandingan letusan gunung api Yellowstone di masa lalu dibandingkan dengan letusan gunung lainnya.
Melihat gambar di atas, kita pasti bisa membayangkan betapa dahsyatnya letusan Yellowstone. Dan letusan krakatau masih kalah jauh dibandingkan Yellowstone. Kalian tahu sendiri kan sedahsyat apa letusan krakatau pada tahun 1883 silam?
Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus?
Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helens pada tahun 1980.
Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.
Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera.
Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.
Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 640.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.
Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun.
Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Daily Mail memberitakan, gunung berapi raksasa di Yellowstone terus naik ke permukaan. Saat ini, sekira 2.395 kilometer persegi wilayah caldera muncul ke permukaan dan mengakibatkan sejumlah wilayah naik hingga 25 centimeter.
Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus.
Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.
Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, “kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir,” kata dia, seperti diberitakan Daily Mail.
Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.
Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.
“Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata.”
Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.
Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu.
Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Dengan membaca postingan di atas semoga kita sadar akan kebesaran Allah yang Maha Besar lagi Maha Kuasa dan menyadari betapa kecil dan lemahnya kita sebagai makhlukNya.
di dunia, Yellowstone. Yellowstone National Park mencakup area seluas 3.472 mil persegi (8.987 km ²), danau yang terdiri, lembah, sungai dan pegunungan. Yellowstone National Park merupakan taman nasional tertua di dunia, didirikan pada tanggal 1 Maret 1872 saat Presiden Amerika Serikat Ulysses S. Grant menandatangani hukum untuk mengesahkannya.
Yellowstone National Park terkenal akan geyser dan sumber air panasnya. Geyser terkenal di dunia, Old Faithful Geyser, ada di sini. Di sini juga hidup beruang grizzly, serigala, bison dan rusa. Banyak wisatawan mancanegara mengunjungi tempat ini untuk menyaksikan kehidupan margasatwa dan keindahan alamnya.
Dan pada tahun 1979 Taman Nasional Yellowstone diterima sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.
Kantung magma Yellowstone memiliki ukuran yang luar biasa besar jika dibandingkan dengan gunung berapi lainnya. Dan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.
Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus dalam waktu dekat. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.
Sejak tiga tahun terakhir, gunung berapi raksasa itu naik sekira 7,6 centimeter ke atas permukaan laut setiap tahunnya. Ini merupakan kenaikan tercepat sejak 1923 lalu.
Jika meletus, caldera diperkirakan memiliki kekuatan seribu kali lipat dibandingkan letusan Gunung St Helen (AS), 1980 lalu. Para ahli mensinyalir, debu vulkanik yang dihasilkan caldera bisa mencapai tebal 304 centimeter dan menjangkau wilayah sejauh 1.600 kilometer.
Selain itu, efek yang ditimbulkan caldera akan jauh lebih dahsyat dibandingkan letusan gunung berapi Islandia, Eyjafjallajokull, yang sempat menyebabkan kekacauan lalu lintas udara, April 2010.
Selama 2,1 juta tahun, Yellowstone Caldera tercatat pernah tiga kali meletus. Terakhir kali adalah pada 640 ribu tahun lalu. Namun, menurut ahli, bisa jadi caldera akan meletus untuk keempat kalinya dalam waktu dekat. Ini adalah perbandingan letusan gunung api Yellowstone di masa lalu dibandingkan dengan letusan gunung lainnya.
Melihat gambar di atas, kita pasti bisa membayangkan betapa dahsyatnya letusan Yellowstone. Dan letusan krakatau masih kalah jauh dibandingkan Yellowstone. Kalian tahu sendiri kan sedahsyat apa letusan krakatau pada tahun 1883 silam?
Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus?
Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helens pada tahun 1980.
Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.
Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera.
Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.
Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 640.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.
Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun.
Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Daily Mail memberitakan, gunung berapi raksasa di Yellowstone terus naik ke permukaan. Saat ini, sekira 2.395 kilometer persegi wilayah caldera muncul ke permukaan dan mengakibatkan sejumlah wilayah naik hingga 25 centimeter.
Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus.
Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.
Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, “kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir,” kata dia, seperti diberitakan Daily Mail.
Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.
Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.
“Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata.”
Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.
Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu.
Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Dengan membaca postingan di atas semoga kita sadar akan kebesaran Allah yang Maha Besar lagi Maha Kuasa dan menyadari betapa kecil dan lemahnya kita sebagai makhlukNya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar